Setelah membaca
artikel Elegi Permintaan Si Murid Cerdas Kepada Guru Matematika saya menjadi
paham bahwa pada saat ini metode mengajar tradisional yaitu metode mengajar
dengan guru sebagai sumber belajar utama
dan selalu memberikan ceramah dan siswa sebagai obyek dalam proses belajar sudah tidak sesuai lagi karena metode tersebut
akan menyebabkan guru menjadi terkesan sombong, selain itu partisipasi dan kemampuan siswa tertutupi. Guru
masa kini dituntut untuk menjadi guru
yang demokratis, tidak lagi otoriter ,
maksudnya guru memberi kesempatan kepada
siswa untuk berdiskusi dan menemukan kesimpulan dan informasi sendiri tidak
hanya mendapatkannya dari guru, dengan menemukan sendiri maka pengetahuan itu
akan lebih awet diingat. Guru tidak dapat memaksakan kepada siswa untuk suka
terhadap pelajaran matematika, karena kesenangan itu tidak dapat dibuat oleh
guru melainkan kesenangan itu berasal dari dalam siswa itu sendiri yang
menerima pelajaran matematika dengan ikhlas.. Guru juga dituntut bersikap adil
pada siswa, tidak menganggap remeh siswa yang nilainya jelek dan tidak telalu
memuji siswa yang nilainya bagus.
Saat ini
siswa perlu diberi kesempatan untuk dapat berpartisipasi secara aktif di kelas,
bukan hanya sebagai penonton saat guru menerangkan materi pelajaran. Dengan
metode pembelajaran inovatif maka hal tersebut akan dapat tercapai. Metode
pembelajaran inovatif adalah metode pembelajaran dimana siswa adalah subjek
dari pembelajaran, dan guru hanyalah fasilitator atau yang memfasilitasi siswa
dalam belajar.
Metode
inovatif yang digunakan guru di kelas dapat
ditambah dengan blog atau website yang
dapat menjadi tempat siswa memperdalam pelajaran matematika. Selain itu guru
dapat membuat LKS atau modul sendiri yang dapat digunakan instrumen belajar,
berlatih dan ekslorasi anak di bidang matematika. itulah yang dapat saya pahami
setelah membaca elegi diatas. Semoga semua guru dan calon guru dapat menjadi
guru yang seperti demikian. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar