Selasa, 26 Februari 2013

Refleksi dari Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 3: Budaya Matematika Menghasilkan Mathematical Intuition

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_6933.html


Saya setuju dengan peryataan diatas. Intuisi matematika memang sangat penting. Sekolah, kepala sekolah,masyarakat  dan guru bertanggung jawab untuk membudayakan intuisi matematika. Peran seorang guru untuk membudayakan intuisi matematika adalah dengan memfasilitasi siswa untuk memperoleh mathematical skills yang didukung oleh pengetahuan atau pemahaman matematika, sikap metode matematika, sikap mendukung serta internal motivation. Dengan demikian siswa akan mengalami mathematical experience. Setelah melalui tahap mathematical experience inilah maka intuisi matematika anak akan terbentuk. Setelah anak memiliki intuisi matematika maka anak akan dapat menemukan dan mengungkapkan gagasan matematika mereka.


Refleksi dari Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 6: Apakah Matematika itu Ilmu?

http://powermathematics.blogspot.com/2010/09/elegi-pemberontakan-pendidikan_8459.html


Yang dapat saya pahami dari artikel diatas adalah bahwa matematika dapat menjadi ilmu jika dibangun diatas intuisi. intuisi hakekatnya adalah ruang dan waktu. Dengan demikian matematika dapat dikatakan sebagai ilmu jika matematika berada dalam kerangka ruang dan waktu. Dan apabila matematika tidak dalam kerangka ruang dan waktu maka matematika bukanlah sebuah ilmu.

Refleksi dari Peran Penelitian dalam Pengembangan Pendidikan Matematika

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/peran-penelitian-dalam-pengembangan.html?showComment=1361929071359#c63439278941199456


 Menurut pendapat saya, seorang guru profesional perlu melakukan penelitian dalam pembelajaran matematika. hal ini bertujuan untuk menemukan inovasi inovasi baru dalam pembelajaran matematika dikelas yang sesuai dengan kondisi siswa yang diajarnya, sehingga pembelajaran yang berlangsung akan selalu up to date. Selain itu dengan penelitian guru dapat menemukan konsep konsep atau teori baru atau mengembangkan konsep dan teori yang sudah ada. Ditambah lagi dengan melakukan penelitian seorang guru dapat menemukan solusi dari masalah yang timbul saat kegiatan belajar mengajar ( KBM) berlangsung. Hal ini sesuai dengan penertian penelitian itu  sendiri yaitu kegiatan untuk mendapatkan pengetahuan yang disebut sebagai ilmu, dilakukan dengan prosedur tertentu yang bersifat sistematis dan didukung oleh suatu metodologi yang merupakan suatu pengkajian dari aturan-aturan dalam metodenya. Diharapkan setelah melakukan penelitian ilmiah dan dapat diperoleh hasil berupa ilmu, ilmu tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh umat. Amin.

Minggu, 24 Februari 2013

Refleksi dari Perencanaan Pembelajaran Matematika

http://powermathematics.blogspot.com/2008/11/perencanaan-pembelajaran-matematika.html?showComment=1361764621702#c6082391016594788892

Seorang guru memiliki tugas untuk melayani, dan menjadi fasilitator dalam belajar siswa. Untuk dapat melayani dengan maksimal pembelajaran harus direncanakan. Dengan demikian pembelajaran akan menjadi pembelajaran yang inovatif. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru terbagi atas dua persiapan yaitu persiapan umum dan persiapan khusus.dalam persiapan khusus yang pada akhirnya menjadi RPP guru dapat merancang pembelajaran yang inovatif dan berfariasi yang sesuai dengan kurikulum dan karakter siswa. Dalam perencanaan guru juga dapat mempersiapkan media apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran, seperti LKS. Guru yang profesional akan membuat LKSnya sendiri yang akan lebih sesuai dengan karakteristik siswanya.  Namun  LKS yang dibuat jangan hanya  berisi soal soal latihan saja, melainkan LKS tersebut juga berisi informasi informasi yang dibutuhkan oleh siwa dalam pembelajaran, dengan demikian siswa dapat melakukan apersepsi dan melakukan persiapan baik secara fisik dan psikis dalam mempelajari pelajaran matematika. Semakin baik persiapan yang dilakukan oleh guru, maka proses pembelajaran juga akan menjadi semakin baik. 

Refleksi dari Elegi Guru Menggapai Perubahan



http://powermathematics.blogspot.com/2009/04/elegi-guru-menggapai-perubahan.html#comment-form
Perubahan adalah sesuatu yang pasti terjadi. Seorang guru dituntut untuk dapat melakukan perubahan, perubahan ini dilakukan dari pembelajaran tradosional ke pembelajaran inovatif, dari pembelajaran yang berpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa, dari pembelajaran yang bersumber pada papan tulis, kapur dan ceramah guru ke pembelajaran dengan sumber yang variatif. untuk melakukan perubahan guru harus memenuhi syarat yaitu  menyadari akan perubahan itu sendiri, memperbaharui niat dan motivasi melakukan perubahan, menemukan alasan melakukan perubahan, memahami apa perubahan itu,  mencoba berlatih dan terbiasa melakukan perubahan, dan bercermin pada diri sendiri. Perubahan tidak berlangsung secara cepat, membutuhkan waktu dan tidak semudah membalikan tangan. Tetapi perubahan tetap penting dilakukan karena perubahan adalah sunatullah dan untuk kebaikan , baik kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Refleksi dari Sekolah Bertaraf Internasional




12108241165
PGSD 2012
Kelas 2F
Saya sependapat dengan hasil monitoring bapak. Untuk menjadi sekolah bertaraf internasional maka sekolah harus mempunyai IKKT ( Indikator Kerja Kunci Tambahan) dari 8 Standar Nasional Pendidikan. Selain itu sekolah bertaraf internasional juga harus memiliki kepala sekolah bertaraf internasional, guru bertaraf intrernasional dan siswa yang bertaraf internasional. Maksudnya kepala sekolah haruslah mampu mengomunikasikan segala macam kebijakan pengembangan dan management sekolahnya serta mampu mempertanggung jawabkan pengembangan dan implementasi progam sekolah secara ilmiah kepada negara, masyarakat baik nasional maupun internasional(akuntabel). Guru haruslah mampumenjadikan pengalaman mengajarnya sebagai penelitian, mampu berkomunikasi dengan konsep dan hakekat segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan mengajarnya, mampu mempertanggungjawabkan kegiatan mengajarnya dan mampu membudayakan perubahan. Guru bertaraf internasional harus mampu menerapkan metodemengajar yang inovatif demokratis dan  berfariasi. Guru bertaraf internasional mengubah pembelajaran yang brpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru bertaraf intrnasional dituntut untuk membuat LKS sendiri yang mngandung soal soal latihan dan informasi informasi yang dibutuhkan siswa sehingga  dapat menjadi instrument belajar anak baik di sekolah maupun dirumah. Dengan memenuhi seluruh kriteria diatas diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat bersaing dengan negara lain