http://www.powermathematics.blogspot.com/2012/10/forum-tanya-jawab-63-bagaimana-siswa.html#comment-form
Setelah membaca karya bapak di
atas saya jadi mengetahui bahwa terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara
sistem pendidikan di Indonesia dengan sistem pendidikan di Inggris. Sistem
pendidikan di Indonesia terlalu otoriter karena kurikulum yang ada disusun oleh
pemerintah dan harus dikuasai siswa tanpa adanya partisipasi siswa dalam
penyusunannya, sedangkan di London Inggris, siswa dapat berpartisipasi dalam
menyusun kurikulumnya sendiri dan dapat memilih materi apa yang ingin mereka
pelajari dan apa yang benar benar ia butuhkan. Dengan sistem pendidikan seperti
itu maka siswa london dapat belajar dengan lebih menyenangkan, demokratis dan
partisipatif. Ilmu yang diperolehpun menjadi lebih mudah masuk dan dapat lebih
awet. Siswa yang berbeda beda dapat belajar hal yang berbeda beda sesuai yang
dengan apa yang ia butuhkan dan hasilnya berbeda beda. Sedangkan di indonesia
siswa yang berbeda beda, kemampuannya berbeda dituntut belajar yang sama dan
hasilnya harus sama yang dikendaki guru dan kurikulum, sehingga hal ini
menyebabkan siswa tidak dapat memaksimalkan kemampuan yang ada pada dirinya dan
kreatifitasnya kurang muncul karena ia dituntut untuk sama dengan orang lain.
Guru
zaman sekarang tidak lagi boleh menjadi guru otoriter seperti itu. Guru dapat menggunakan
LKS agar dapat digunakan siswa untuk mengeksplor kemampuan dirinya. Gurupun
perlu memfasilitasi siswa dengan cara penyelesaian yang beragam, karena
kemampuan siswa yang beragam, cara fikir beragam , berhah menyelesaikan soal
atau masalah dengan caranya sendiri, dan boleh menemukan hasil yang berbeda.
Hal in karena pada dasarnya matematika itu adalah diri siswa itu sendiri, dan
kurikulumnya harus sesuai dengan siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar