Kamis, 07 Maret 2013

Refleksi dari Forum Tanya Jawab 63: Bagaimana Siswa Bisa Menentukan Kurikulum?

http://www.powermathematics.blogspot.com/2012/10/forum-tanya-jawab-63-bagaimana-siswa.html#comment-form


             Setelah membaca karya bapak di atas saya jadi mengetahui bahwa terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara sistem pendidikan di Indonesia dengan sistem pendidikan di Inggris. Sistem pendidikan di Indonesia terlalu otoriter karena kurikulum yang ada disusun oleh pemerintah dan harus dikuasai siswa tanpa adanya partisipasi siswa dalam penyusunannya, sedangkan di London Inggris, siswa dapat berpartisipasi dalam menyusun kurikulumnya sendiri dan dapat memilih materi apa yang ingin mereka pelajari dan apa yang benar benar ia butuhkan. Dengan sistem pendidikan seperti itu maka siswa london dapat belajar dengan lebih menyenangkan, demokratis dan partisipatif. Ilmu yang diperolehpun menjadi lebih mudah masuk dan dapat lebih awet. Siswa yang berbeda beda dapat belajar hal yang berbeda beda sesuai yang dengan apa yang ia butuhkan dan hasilnya berbeda beda. Sedangkan di indonesia siswa yang berbeda beda, kemampuannya berbeda dituntut belajar yang sama dan hasilnya harus sama yang dikendaki guru dan kurikulum, sehingga hal ini menyebabkan siswa tidak dapat memaksimalkan kemampuan yang ada pada dirinya dan kreatifitasnya kurang muncul karena ia dituntut untuk sama dengan orang lain.
        Guru zaman sekarang tidak lagi boleh menjadi guru otoriter seperti itu. Guru dapat menggunakan LKS agar dapat digunakan siswa untuk mengeksplor kemampuan dirinya. Gurupun perlu memfasilitasi siswa dengan cara penyelesaian yang beragam, karena kemampuan siswa yang beragam, cara fikir beragam , berhah menyelesaikan soal atau masalah dengan caranya sendiri, dan boleh menemukan hasil yang berbeda. Hal in karena pada dasarnya matematika itu adalah diri siswa itu sendiri, dan kurikulumnya harus sesuai dengan siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar